Sarcoptes scabiei

Posted: 17/06/2011 in Parasitologi

Sarcoptes scabiei adalah parasit penyebab penyakit scabies. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai penyakit “kudis” atau “gudig”. Parasit ini biasanya membuat terowongan di bawah kulit manusia sehingga orang yang terinfeksi parasit ini akan merasa gatal-gatal. Saat digaruk, parasit akan merasa terganggu dan mencoba berpindah tempat dengan membuat terowongan baru

Kudis atau Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan kegatalan pada kulit. Tungau ini hidup dengan menjadikan manusia sebagai inangnya dan bersifat menular. Penularan melalui kontak dekat. Kudis dapat menyerang siapapun, tidak tergantung usia dan jenis kelamin Tungau kemudian meletakkan telur dalam kulit manusia yang akhirnya menetas dan menjadi tungau dewasa.

Sarcoptes scabiei adalah tungau dengan ciri-ciri berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran (300–600 μ) x (250-400 μ) pada betina, dan (200- 240 μ) x (150-200 μ) pada jantan, biasanya hidup di lapisan epidermis. Permukaan dorsal dari tungau ini ditutupi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis melintang sehingga menghasilkan sejumlah skala segitiga kecil. Selain itu, pada betina terdapat bulu cambuk pada pasangan kaki ke-3 dan ke-4 sedangkan pada jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke-3. Kudis adalah penyakit kulit yang bersifat menular. Penularan melalui kontak dekat. Kudis dapat menyerang siapapun, tidak tergantung usia dan jenis kelamin.

Penyebab, Gejala, Diagnosa dan Pengobatan Penyakit Kudis, Penyakit kudis ini salah satu penyakit kulit yang memalukan karena penyakit kudis merupakan  penyakit yang semestinya tidak perlu anda derita jika anda mengetahui tentang kesehatan pribadi dan lingkungan. Penyakit Kudis adalah penyakit yang ditandai dengan pendarahan gusi dan sendi  serta  sering kelelahan, lekas marah dan kehilangan nafsu makan.  Apakah karena kekurangan vitamin C atau asam askorbat, zat yang memungkinkan tubuh untuk memproduksi kolagen

Proses Penyakit

Adapun proses penyakit kudis yaitu sebagai berikut:

  • Infeksi dari penyakit ini diawali dengan tungau betina atau nimfa stadium kedua yang secara aktif membuat terowongan di epidermis atau lapisan tanduk. Pada terowongan tersebut diletakkan 2-3 butir telur setiap hari.
  • Telur menetas dalam 2-4 hari yang kemudian menjadi larva yang berkaki 6.
  • Dalam 1-2 hari larva berubah menjadi nimfa stadium pertama kemudian berkembang menjadi nimfa stadium kedua, yang berkaki 8. * Nymfa ini menjadi tungau betina muda, yang siap kawin dengan tungau jantan
  • Tungau berkembang menjadi tungau dewasa dalam 2-4 hari.

Untuk menyelesaikan daur hidup dari telur sampai bertelur lagi diperlukan waktu 10-14 hari. Waktu yang diperlukan telur menjadi tungau dewasa kurang lebih 17 hari. Tungau betina yang tinggal di sebuah kantong ujung terowongan, setelah 4-5 hari setelah kopulasi, akan bertelur lagi sampai berumur lebih kurang 3-4 minggu

Gejala Penyakit

Gejala yang khas pada kudis adalah liang pada permukaan kulit, gatal, dan kemerahan dan biasanya ada infeksi sekunder, misalnya akibat bakteri. Pada bayi, gejala yang khas yaitu adanya bisul pada telapak kaki dan telapak tangan. Ruam yang diakibatkan kudis menyebabkan gatal-gatal terutama pada malam hari. Seringkali muncul benjolan-benjolan kecil kemerahan. Gejala bisa dilihat pada sela jari, pergelangan tangan, sekitar dada, pantat, atau perut.

Diagnosa

Untuk mendiagnosa kudis ini dilakukan melalui kerokan kulit pada keropeng sampai keluar darah dengan menggunakan skalpel. Hasil kerokan kulit itu diberi beberapa tetes KOH 10% agar tungau terpisah dari reruntuhan jaringan kulit yang terbawa tersebut. Setelah itu campuran tersebut diperiksa di bawah mikroskop

Pencegahan

Tidak ada vaksin untuk kudis sehingga pencegahan harus dilakukan melalui menghindari infeksi. Seluruh pihak yang berada dekat dengan penderita perlu diobati pada waktu bersamaan, walaupun belum ada gejala. Pakaian, handuk, seprai dan barang-barang yang bersentuhan dengan kulit sebaiknya dicuci dan disetrika untuk mencegah penularan.

Pengobatan

Pengobatan kudis biasanya dengan memberikan salep antibiotik. Pencegahan terbaik terhadap penyakit ini adalah dengan menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan tempat tinggal.

Scabies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s